0

sekolah-sekolah ikatan dinas di Indonesia

Setelah lulus UN bagi anda yang tidak ingin meneruskan ke jenjang kuliah karena masalah ekonomi, atau ingin cepat dapat kerja setelah lulus kuliah, anda dapat mendaftar ke sekolah ikatan dinas. Sekolah-sekolah kedinasan untuk kepentingan negara ini tentu bebas biaya. Dengan begitu peminatnya menjadi antrian panjang. Selayaknya bagi peminta, jauh-jauh hari mempersiapkan diri dengan belajar tekun. Beberapa instuisi dapat menjadi info bagi anda



1. Departemen dalam negri (IPDN)

Jl raya Jatinangor km 20 sumedang jawa barat, telp (022) 7798252, website http://ipdn.ac.id/



2. Departemen Keuangan , Sekolah Tinggi AKuntansi Negara (STAN)

Jl Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tanggerang. Website www.stan.ac.id
0

Tulisan seorang wartawan AS: Kepada Saudariku, Para Muslimah: Kami Iri Pada Kalian

Joana Francis adalah seorang penulis dan wartawan asal AS. Dalam situs Crescent and the Cross, perempuan yang menganut agama Kristen itu menuliskan ungkapan hatinya tentang kekagumannya pada perempuan-perempuan Muslim di Libanon saat negara itu diserang oleh Israel dalam perang tahun 2006 lalu.
Apa yang ditulis Francis, meski ditujukan pada para Muslimah di Libanon, bisa menjadi cermin dan semangat bagi para Muslimah dimanapun untuk bangga akan identitasnya menjadi seorang perempuan Muslim, apalagi di tengah kehidupan modern dan derasnya pengaruh budaya Barat yang bisa melemahkan keyakinan dan keteguhan seorang Muslimah untuk tetap mengikuti cara-cara hidup yang diajarkan Islam.
Karena di luar sana, banyak kaum perempuan lain yang iri melihat kehidupan dan kepribadian para perempuan Muslim yang masih teguh memegang ajaran-ajaran agamanya. Inilah ungkapan kekaguman Francis sekaligus pesan yang disampaikannya untuk perempuan-perempuan Muslim dalam tulisannya bertajuk "Kepada Saudariku Para Muslimah";
Ditengah serangan Israel ke Libanon dan "perang melawan teror" yang dipropagandakan Zionis, dunia Islam kini menjadi pusat perhatian di setiap rumah di AS.
Aku menyaksikan pembantaian,
0

Bagaimanakah jiwa nasionalisme bangsa Indonesia tahun 2010?

Oleh : Lestari Wevriandini

Merinding bulu kuduk ketika terdengar lagu Indonesia Raya di kumandangkan disertai dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih. 17 agustus 1945 sampai dengan hari ini 17 Agustus 2010, siapa yang tidak tahu tanggal itu? Sebuah momentum penting bagi bangsa Indonesia, dimana pada tanggal tersebut bangsa Indonesia berhasil merebut kemerdekaan dengan susah payah dari tangan penjajah. Enam puluh lima tahun bangsa Indonesia telah menikmati kemerdekaannya, momentum tersebut dengan masa perjuangan bela negara para pahlawan Nasional sebelumnya semakin hari semakin berbeda jauh, secara rinci perbedaan tersebut lebih didominasi karena perubahan sosial, politik, ekonomi dan faktor penyebab lain yang secara perlahan tapi pasti merubah mentalitas bangsa Indonesia hingga mencapai fase yang sangat memprihatinkan. Hal ini dicirikan dengan lunturnya nasionalisme yang melekat pada generasi sekarang. Lalu apakah nasionalisme?
Dalam arti sederhana, nasionalisme adalah sikap mental dan tingkah laku individu atau masyarakat yang menunjukkan adanya loyalitas atau pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya. Rasa ini sangat berhubungan dengan rasa patriotisme atau biasa disebut dengan rela berkorban. Rasa nasionalisme yang tidak diimbangi dengan rasa patriotisme berarti di dalam diri seseorang tidak sepenuhnya memiliki rasa nasionalisme. Sekarang nasionalisme sangat menjadi polemik di masyarakat khusunya para kalangan remaja Indonesia yang mulai kahilangan atau luntur rasa nasionalismenya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor misal arus globalisasi yang mulai merambah luas di kalangan remaja.
0

Robohnya surau kami

oleh : A.A. Navis

Robohnya Surau KamiKalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku denganmenumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar.
Maka kira-kira sekilometer daripasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku. Pada simpang kecil ke kanan,simpang yang kelima, membeloklah ke
jalan sempit itu. Dan di ujung jalan nantiakan Tuan temui sebuah surau tua. Di depannya ada kolam ikan, yang airnyamengalir melalui empat buah
pancuran mandi.Dan di pelataran kiri surau itu akan Tuan temui seorang tua yang biasanya duduk disana dengansegala tingkah ketuaannya dan
ketaatannya beribadat. Sudah bertahuntahunia sebagai garin, penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnya Kakek.Sebagai penajag surau, Kakek
tidak mendapat apa-apa. Ia hidup dari sedekah yangdipungutnya sekali se-Jumat. Sekali enam bulan ia mendapat seperempat dari hasilpemungutan
ikan mas dari kolam itu. Dan sekali setahun orang-orang mengantarkanfitrah Id kepadanya. Tapi sebagai garin ia tak begitu dikenal. Ia lebih di
kenalsebagai pengasah pisau. Karena ia begitu mahir dengan pekerjaannya itu. Orangorangsuka minta tolong kepadanya, sedang ia tak pernah minta
Siguiente Anterior Inicio