4

karya ilmiah REMAJA "GAUL" dan IMPLIKASINYA DI LINGKUNGAN SEKOLAH

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Bumi sebagai wadah kehidupan sekarang berada pada masa krisisnya. Keadaan ini menimbulkan banyak masalah yang masih belum teratasi, khususnya pada masalah lingkungan hidup, seperti krisis makanan yang diperkirakan 1 dari 6 orang di dunia menderita kelaparan dan gizi buruk, Air yang diperkirakan pada tahun 2025 dua pertiga orang di dunia akan mengalami krisis air yang parah, kekurangan energi, perubahan Iklim, berkurangnya keanekaragaman hayati yaitu bumi yang sekarang telah memasuki tahap kepunahan spesies keenam terbesar, pemanasan global, polusi, hutan yg berkurang, pasokan terbatas sumber daya alam dan lain-lain. ( www.wartawarga.html.com)
Masalah lingkungan hidup merupakan tanggung jawab dan beban bagi kita manusia sebagai komponen utama di muka bumi, mempunyai peran penting dalam upaya pelestarian lingkungan untuk mengurangi masalah yang terjadi di lingkungan sekarang. Bumi yang semakin rusak menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaganya dari upaya-upaya perusakan. Dalam hal ini remaja dengan berbagai macam indikasi perubahannya menjadi ujung tombak yang berpotensi sebagai pejuang lingkungan. Sebab, mereka masih memiliki banyak waktu untuk dapat belajar. (www.suara-merdeka.com). Keterlibatan Remaja sebagai
sosok orang yang memiliki usia masih tergolong sangat muda serta mempunyai masa depan yang masih panjang. Sekaligus merupakan usia yang potensial dalam membangun dan menjaga lingkungan hidup yang kini semakin rusak. Oleh karena itu perlu disadari dan menjadi catatan bersama bahwa keterlibatan remaja dalam melestarikan alam sejak masa remaja sangatlah penting dan sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan lingkungan, sekarang dan yang akan datang. Salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah mewadahi mereka dalam suatu lingkup organisasi. Seperti contohnya organisasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, terutama berkaitan dengan keanekaragaman hayati salah satunya World Wide Fund for Nature(WWF), beragam event pun telah dilakukan oleh WWF untuk menopang pelestarian lingkungan, contohnya Aksi Do Better for Earth merupakan kampanye yang diinisiasi oleh WWF dalam rangka menciptakan masyarakat peduli lingkungan melalui penyadartahuan publik akan pentingnya mengubah perilaku untuk masa depan bumi yang lebih baik. , Celebrating Earth Day, Let’s do Better for Earth Ancol. (www.wwf.or.id)
Para remaja yang memiliki kepedulian akan kebersihan dan kelestarian lingkungan, selalu berusaha menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya oleh karena itu, melibatkan remaja dalam mengelola lingkungan sebenarnya bisa menjadi contoh yang baik. Bila sejak remaja, cerdas dalam mengelola masalah-masalah yang ada di lingkungannya. Dalam hal ini penulis mengangkat judul “Gerakan dan Aksi untuk Lingkungan (GAUL)” yang diharapkan nantinya dapat memberikan kesadaran dan motivasi bagi pelajar untuk ikut serta dan peduli dalam melestarikan lingkungan sekitarnya.


1.1. Rumusan Masalah
1. Bagaimana penerapan GAUL di lingkungan sekolah?
2. Bagaimana keunggulan GAUL terhadap kecintaan lingkungan hidup?
3. Bagaimana upaya optimalisasi budaya GAUL dan implikasinya di lingkungan sekolah?


1.2. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui kegiatan apa saja yang yang ada di GAUL di lingkungan sekolah.
2. Mengetahui keunggulan GAUL terhadap kecintaannya kepada lingkungan hidup.
3. Mengetahui apa saja yang mendukung budaya GAUL agar dapat teroptimalisasi dan terimplikasi dengan baik di lingkungan sekolah.

1.3. Manfaat Penulisan
1. Bagi penulis
Meningkatkan pengetahuan kemampuan dalam memecahkan masalah pelestarian lingkungan hidup.
2. Bagi remaja
Tergeraknya remaja untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan di sekolah.
3. Bagi peserta didik
Meningkatkan kesadaran para siswa di sekolah tentang arti dan pentingnya melestarikan lingkungan.
4. Bagi Sekolah
Meningkatkan kebijakan sekolah dalam aksi pelestarian lingkungan.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. . GAUL
GAUL adalah singkatan dari Gerakan dan Aksi untuk Lingkungan dimana program ini dicanangkan untuk para remaja yang memiliki kepedulian terhadap masalah lingkungan hidup yang sedang melanda bumi ini. Kata ”Gerakan” menunjuk pada para remaja yang tidak boleh diam atau harus memiliki usaha untuk berperan serta dalam menjaga dan memelihara lingkungan. Kata ”Aksi” menunjuk arti bahwa remaja harus bersikap aktif dalam mengelola sumber daya alam, lingkungan serta mempunyai kreatifitas untuk memiliki aksi maju dalam memajukan lingkungan ke masa yang akan datang. Para remaja dapat berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dengan beberapa kegiatan yang terdapat dalam program-program GAUL seperti kegiatan 3R (Reduce, Reuse and Recycle), Environment Service Community dan Go Green. Selain itu remaja juga dituntut untuk ikut serta memberikan ide-ide kreatif mereka dalam hal untuk melestarikan lingkungan secara kreatif, imajinatif, inovatif dan produktif. Sehingga dapat terbentuk semangat dari setiap remaja untuk ikut andil dalam pelestarian lingkungan dan kelangsungan hidup dimasa yang akan datang.
GAUL juga merupakan organisasi yang tidak hanya berperan dalam suatu lingkup sekolah maupun remaja. Namun GAUL juga melibatkan masyarakat luas untuk ikut berperan aktif dalam membantu pelestarian lingkungan melalui sosialisasi dari remaja GAUL yang terjun langsung ke masyarakat dan praktik langsung untuk mengelola berbagai macam sampah menjadi barang yang dapat digunakan lagi dengan kreatifitas masing-masing melalui program 3R, dan lain-lain.

2.2. Lingkungan Hidup
Menurut Otto Soemarwoto, environment atau lingkungan adalah segala sesuatu disekeliling organisme yang berpengaruh pada kehidupan organisme yang bersangkutan. Dalam Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 1997 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup dinyatakan bahwa lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia, dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa lingkungan hidup adalah segala sesuatu (benda, kondisi, dan situasi) yang ada di sekeliling makhluk hidup, yang berpengaruh terhadap kehidupan (sifat, pertumbuhan, dan persebaran) makhluk hidup yang bersangkutan.


2.4. Pelestarian Lingkungan
Terdegradasinya lingkungan hidup, menyebabkan timpangnya sistem dalam kehidupan. Sebagai contoh terdegradasi atau rusaknya kawasan mangrove sebagai tempat pemijahan ikan dan sejenisnya, menyebabkan potensi ikan tangkap menjadi berkurang, dan mengakibatkan nelayan pendapatannya menjadi menurun (rendah). Untuk itu pentingnya pelestarian lingkungan hidup, karena berpengaruh terhadap sistem kehidupan lainnya. Pelestarian (lestari) diartikan suatu upaya perlindungan, dan pemanfaat optimal, sehingga setiap tahunnya, bahkan setiap periode masih terdapat potensi sumberdaya alam yang diperlukan oleh manusia atau kehidupan lainnya secara berkesinambungan.

2.5. Jenis Pengelolaan Lingkungan Hidup
Sampai saat ini belum tersedia pengkatagorian jenis pengelolaan lingkungan hidup, sehingga sering tumpang tindih dengan aktivitas yang lain. Hal tersebut adalah wajar karena dalam pengelolaan lingkungan hidup memerlukan berbagai disiplin. Berdasarkan tatanan waktu, dalam arti pelak-sanaan pengelolaan lingkungan, pendekatan pengelolaan dibedakan menjadi :
1. Pengelolaan rutin, yaitu pengelolaan yang dilakukan secara rutin dan terus menerus. Contoh yang rasional adalah pembersihan sampah, selokan, dan lain sebagainya,
2. Pengelolaan dini, yaitu suatu tindakan rencana pengelolaan yang akan dilaksanakan agar dampak negatif yang timbul dapat dikurangi atau dicegah.
3. Pengelolaan pemulihan, yaitu rencana tindakan pengelolaan untuk tujuan perbaikan, dan atau pemulihan terhadap lingkungan yang rusak baik yang diakibatkan oleh manusia atau oleh alam.
Dalam kontek lain pendekatan pengelolaan (manajemen) dibedakan menjadi tiga tatanan yaitu:
1. Preventive Management, ditujukan untuk menghindari dampak negatif karena sifatnya hingga mempersiapkan tindakan untuk mencegah atas kejadian-kejadian yang diperkirakan atas terjadi.
2. Reactive Management, ditujukan untuk membatasi atau mengkontrol suatu kerusakan yang terjadi dapat dibatasi sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
3. Compensatory Management, ditujukan untuk mengendalikan dampak negatif melalui pertimbangan untung rugi. Pertimbangan untung rugi bukan saja didasarkan atas aspek ekonomi tetapi juga pertimbangan konservasi dan estetika.


2.6. Urgensi Pelibatan Remaja Dalam Pengelolaan Lingkungan
Remaja khusnya yang masih duduk dalam jenjang pendidikan adalah modal dasar pembangunan di masa mendatang, karena sebagai generasi muda bangsa. Melalui pembakalan awal, akan memacu kepedulian terhadap hal-hal yang positif, khususnya terhadap lingkungan. Selain memperoleh pembekalan, peranan masyarakat (remaja) juga memiliki pengetahuan yang ada di lingkungannya (keareifan lokal), sehingga bisa saling membagikan pengetahuannya. Kelak akan memacu terhadap penelitian yang bersifat perorangan, serta mengetahui persis kondisi alam lingkungan di sekitarnya.
Adapun masyarakat dapat turut serta mengelola lingkungan. Sumbangan masyarakat yang paling esensial antara lain meliputi (1) memberikan berbagai bentuk isu lingkungan hidup yang dialaminya, (2) menginformasikan berbagai upaya yang telah dilakukan, termasuk hasil penanganan yang telah dilakukan apakah sudah tepat, dan (3) memberikan informasi hasil pendekatan yang telah dilakukan dan merupakan cara yang sesuai. (Waryono., T. 2000. Keanekaragaman Hayati dan Konservasi Ekosistem Mangrove. Diskusi Panel Program Studi Biologi Konservasi FMIPA-UI, Depok 4 Mei, 2000.)


BAB III
Metodologi Penulisan
Metode yang digunakan dalam menyusun karya tulis ini menggunakan metode studi literatur. Adapun referensi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari berbagai macam sumber sebagai sumber yaitu buku dan beberapa situs internet.

3.1. Waktu dan Tempat
Waktu dan tempat penulisan adalah pada tanggal 4 s.d. 6 Mei 2010 bertempat di SMA Negeri 2 Sekayu, Musi Banyuasin Sumatera Selatan.


3.2. Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah telaah pustaka dan studi internet.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1. GAUL di Lingkungan Sekolah
Adanya Gerakan dan Aksi untuk Lingkungan atau yang bisa disebut GAUL di sekolah menjadi salah satu kegiatan yang dapat membantu upaya pelestarian lingkungan. Para siswa, guru, serta seluruh warga yang berada dilingkungan sekolah dapat belajar dan berpola pikir maju akan pentingnya kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungannya. Seluruh warga di lingkungan sekolah dapat menerapkan budaya GAUL dari hal yang terkecil, seperti ; memelihara tanaman yang ada di sekolah, membuang sampah pada tempatnya dengan memilih mana sampah organik dan anorganik.
Menerapkan budaya dan kegiatan GAUL tidak harus melaksanakan even-even besar, yang terpenting adalah keinginan dan kesadaran dari diri masing-masing warga sekolah. Berikut adalah budaya GAUL yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
1. Menerapkan budaya malu untuk merusak dan mengotori lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, memelihara serta melestarikan tanaman yang ada di sekolah dengan apotek hidup, dan lain- lain.
2. Menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
Reduce berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang- barang yang tidak terlalu butuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan saputangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, baca koran online, dan lainnya.
Reuse sendiri berarti pemakaian kembali seperti contohnya memberikan baju-baju bekas kepada yatim piatu. Tapi yang paling dekat adalah memberikan baju yang kekecilan pada adik atau saudara. Selain itu baju-baju bayi yang hanya beberapa bulan dipakai masih bagus dan bisa diberikan pada saudara yang membutuhkan.
Recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah anda, menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. Daur ulang secara besar- besaran belum menjadi kebiasaan di Indonesia. Tempat sampah yang membedakan antara organik dan non-organik saja tidak sejalan. Malah akhirnya lebih banyak gerilyawan lingkungan yang melakukan daur ulang secara kreatif dan menularkannya pada banyak orang dibandingkan pemerintah.
Kegiatan recycle yang bisa digunakan di sekolah seperti; mendaur ulang botol/cangkir air mineral menjadi hiasan dinding, mendaur ulang koran menjadi hiasan/aksesoris ruangan seperti maket, miniature bunga, ataupun alat peraga. Plastik/bungkus detergen/minyak ,dsb juga bisa didaur menjadi sandal, tas, dan peralatan lainnya. Di dalam kegiatan tersebut kita tidak hanya membutuhkan bahan-bahan seperti barang-barang bekas, plastik ataupun kertas, kita juga memerlukan bahan lain seperti benang, lem, cat dan lain-lain sebagai tambahan untuk menambah nilai fungsinya, dan tentunya diperlukan juga kreatifitas siswa dalam menciptakan berbagai macam barang dan alat-alat yang dapat dibentuk dari barang-barang bekas lainnya. (www.akuinginhijau.org)

3. Community service for Environment
Membentuk suatu Community Service untuk lingkungan atau yang bisa disebut Environment Service yang ditujukan untuk lingkungan sekitar tidak hanya sekolah. Community service adalah program yang memberikan layanan kepada masyarakat sekitar yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial remaja terhadap lingkungan sekitar. Contoh sekolah yang menerapkan program ini adalah SMA Negeri 2 Sekayu dimana program tersebut sudah berjalan sejak tahun ajaran 2008/2009.
Community service yang ada di SMA Negeri 2 Sekayu melibatkan siswanya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sekitar berupa pembelajaran bahasa inggris, matematika, dan lingkungan hidup secara asyik dan menyenangkan yang berkembang melalui Smanda English Service (SES), Smanda Mathematic Service (SMS), Smanda Environment Service (SENSE) yang dilaksanakan di sekolah dasar sekitar SMAN 2 Sekayu.
Dalam hal ini, GAUL juga mempunyai Community Service seperti yang ada di SMA N 2 Sekayu, namun kegiatan tersebut lebih terkhusus kepada Environment Service. Environment service yang ada di GAUL melibatkan para remaja/anggotanya untuk mensosialisasikan betapa pentingnya lingkungan hidup serta pelestariannya. Pelaksanaan Community Service tersebut bisa mengambil tema “Save Our Environment Go To School” yang dilakukan dengan mengadakan sosialisasi terlebih dahulu terhadap sekolah-sekolah lain. Langkah selanjutnya dengan menerjunkan remaja/siswa yang tergabung dalam GAUL ke sekolah- sekolah tersebut untuk menyampaikan materi yang berkaitan dengan pendidikan lingkungan dan pelestarian lingkungan. Kegiatan dibagi menjadi 3 kegiatan antara lain :
a. Persiapan
Persiapan yang dilakukan meliputi perekrutan, pembekalan dan pengarahan kepada remaja GAUL yang akan terjun ke sekolah-sekolah pada Community Service “Save Our Environment Go To School”. Pembekalan yang dilakukan meliputi pembekalan materi, sarana prasarana dan instrumen penilaian program. Bersamaan dengan hal tersebut dipersiapkan juga administrasi surat menyurat kepada perwakilan sekolah kaitannya dengan penyelenggaraan sosialisasi lingkungan dan pelestariannya program.

b. Pelaksanaan
. Sosialisasi yang akan disampaikan meliputi gambaran umum mengenai perkembangan pendidikan dan pelestarian lingkungan yang kini sudah menjadi hak warga negara untuk memperolehnya dan wajib diselenggarakan oleh pemerintah pada jenjang pendidikan formal yang dimulai pada tingkat SD, SMP dan SMA.
Setelah terjaring informasi sekolah yang bersedia bergabung menjadi GAUL maka dilanjutkan dengan penerjunan remaja GAUL yang termasuk dalam pecinta lingkungan ke sekolah-sekolah Community Service “Save Our Environment Go To School”. Pelaksanaan community service ini juga dapat berupa menyelenggarakan kunjungan ke sekolah satu sama lain untuk mengetahui sejauh mana penerapan pendidikan dan pelestarian lingkungan. Hal ini dapat dilakukan bersamaan dengan peringatan hari besar lingkungan hidup.

c. Evaluasi dan Penutupan
Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan Community Service “Save Our Environment Go To School” untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan budaya GAUL dalam upaya untuk ikut serta dalam melestarikan lingkungan dan menumbuhkan kesadaran akan betapa pentingnya peduli terhadap lingkungan. (SMA Negeri 2 Sekayu.doc.)

4. Go Green
Go green adalah kegiatan yang juga bisa dilakukan dalam GAUL, dimana remaja ikut serta dalam penanaman seribu pohon yang dapat meningkatkan kesadaran remaja maupun masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Remaja GAUL mempunyai peran untuk meninjau lokasi/tempat yang memerlukan penghijauan ataupun bisa ikut serta secara langsung dalam kegiatan Go Green tersebut. Selain itu, remaja GAUL juga dapat memberikan mengeksploitasikan kreatifitasnya/pemikiran secara bebas tidak dengan cara reboisasai atau penanaman seribu pohon.

4.2. Keunggulan GAUL Terhadap Kecintaan Lingkungan Hidup

Dengan adanya Gerakan dan Aksi untuk Lingkungan atau GAUL, kita dapat lebih menyalurkan kreatifitas, bisa lebih mewadahi aspirasi masyarakat khususnya remaja dalam usaha mereka melestarikan lingkungan sehingga mereka tidak berjalan/berdiri sendiri dan bahkan lebih terarah dalam mengapresiasikan kecintaanya terhadap lingkungan dengan cara mengadakan lomba-lomba, seperti lomba putra-putri lingkungan, sekolah bersih, karya ilmiah ataupun kunjungan langsung kepada korban bencana alam. Dengan begitu pelajar dapat lebih menyalurkan aspirasinya baik melalui tulisan atau bantuan secara langsung sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan yang juga memberikan pengetahuan akan akibat dari ketidakpedulian terhadap lingkungan.
Selain itu, dengan adanya GAUL dapat juga mengajak dan membangun masyarakat mulai dari remaja di tingkat sekolah hingga ke masyarakat luas. Adapun hal yang dapat dilakukan adalah mensosialisasikan GAUL yaitu, membuat leafleat/sticker, spanduk ataupun slogan untuk menarik minat para remaja agar bisa bergabung dalam upaya kepedulian dan pelestarian lingkungan.
Remaja yang ikut serta dalam GAUL bisa menjadi remaja yang ”GAUL”, gaul dalam menyelesaikan masalah-masalah lingkungan dan peduli terhadap apapun yang ada di sekitarnya sehingga tidak ingin atau kesadaran akan peduli lingkungan sangat besar. Remaja GAUL juga akan menjadi figur contoh bagi banyak orang disekitarnya maupun masyarakat luas. Dimana setiap remaja GAUL akan merasakan kebanggaan tersendiri dalam dirinya karena sudah dapat menjadi seorang yang ikut andil dalam upaya penyelamatan ataupun pelestarian lingkungan yang juga menyangkut hajat hidup orang banyak.

4.3. Upaya optimalisasi budaya GAUL dan implikasinya di lingkungan sekolah.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan GAUL dapat dilakukan dalam beragam cara antara lain melalui mata pelajaran pendidikan lingkungan hidup, pergerakan organisasi sekolah, radio komunitas sekolah, turut berpartisipasi dalam perlombaan karya tulis bertema lingkungan hidup. Adapun penjelasan beragam cara pengoptimalan GAUL sebagai berikut.
1. Melalui pembelajaran pendidikan lingkungan hidup yang merupakan kebijakan sekolah sangat membantu siswa termotivasi untuk mencintai lingkungan sekolah. Dimana dengan adanya interaksi langsung siswa dapat lebih terbuka pemikirannya dalam mengupayakan pelestarian lingkungan.
2. Melalui pergerakan organisasi sekolah atau yang dikenal dengan istilah OSIS dapat dilakukan dengan membentuk departemen-departemen lingkungan hidup yang berdiri di bawah naungan sekolah, sehingga para pelajar dapat memperoleh kejelasan maupun pertanggungjawaban dari setiap kegiatan yang mereka lakukan, seperti dalam mengadakan kegiatan lomba-lomba, sosialisasi maupun kunjungan secara langsung kepada korban bencana alam yang akan terfasilitasi dan didukung oleh sekolah secara utuh. Masing-masing departemen ini nantinya akan mengadakan program kesiswaan yang bertema lingkungan, dapat juga dilakukan dengan bekerja sama dengan lembaga lainnya.
3. Melalui siaran radio komunitas sekolah dapat mengajak siswa lainnya baik yang ada di dalam maupun di luar sekolah untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekolah. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat list materi siaran yang bertema lingkungan hidup, sosialisasi event-event sekolah atau lembaga lain yang bertemakan lingkungan atau dengan mengadakan perlombaan jingle lingkungan hidup.
4. Mengembangkan program Adiwiyata langsung ke sekolah juga merupakan salah satu upaya yang mampu mencakup keseluruhan lingkup warga sekolah untuk lebih peduli terhadap lingkungan, mulai dari kebersihan kelas, kamar mandi, pemisahan sampah organik atau anorganik, dan juga kelestarian sekolah yang menjadi penilaian utama dari program tersebut.

BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Dari hasil dan kajian karya tulis ini dapat diajukan beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. GAUL di sekolah menjadi salah satu kegiatan yang dapat membantu upaya pelestarian lingkungan khususnya lingkungan sekolah. GAUL di sekolah dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa kegiatan-kegiatan, seperti menerapkan budaya malu untuk merusak dan mengotori lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, memelihara, melestarikan tanaman yang ada di sekolah dengan apotek hidup, prinsip 3R, Environment Service, serta Go Green yang dapat menopang terealisasinya tujuan dari GAUL sendiri dan keinginan seluruh masyarakat bumi untuk berperan serta bersama menyelamatkan bumi.
2. Keunggulan GAUL terhadap kecintaan lingkungan hidup adalah dapat menyalurkan kreatifitas, bisa lebih mewadahi aspirasi masyarakat khususnya remaja dalam usaha mereka melestarikan lingkungan, dapat mengajak dan membangun masyarakat mulai dari remaja di tingkat sekolah ke masyarakat luas, dan lain-lain.
3. Kegiatan GAUL dapat dioptimalkan dengan membentuk suatu organisasi yang mampu mewadahi seluruh kegiatan GAUL yang berada di bawah naungan sekolah. Sehingga setiap kegiatan akan lebih terstruktur dan dipertanggung jawabkan keberadaannya oleh sekolah maupun pemerintah.

5.2 Saran
Dari beberapa kesimpulan di atas, selanjutnya di dapat berbagai saran, yaitu :
1. Melalui pelibatan remaja dalam pelestarian lingkungan hidup, diharapkan dapat dijadikan modal dasar pembangunan dimasa yang akan datang. Hal tersebut dimaksudkan agar bentuk-bentuk kegiatan pelestarian lingkungan hidup secara praktis di lapangan dapat diketahui oleh setiap insan sejak dini.
2. Perlu pencanangan terhadap GAUL sebagi Gerakan dan Aksi untuk Lingkungan agar dapat terealisasikan secara nyata di lingkungan sekolah.
3. Perlu diadakan upaya untuk dapat mensosialisasikan pelestarian lingkungan kepada remaja sebagi wujud untuk mencapai pencegahan secara dini masalah kerusakan lingkungan.
4. Perlu ditinjau lebih keunggulan dan hadirnya GAUL apakah benar- benar dapat terealisasi dengan baik atau tidak.

4 comments:

dzaky'z blogg

mantab bener ni posting ...

Lestari Wevriandini

terima kasih dzakii :)

Putri Harfadhillah

aku boleh copas ya sedikit entar di edit lagi, btw makasih ya^^

Lestari Wevriandini

boleh, asal tetap mencantumkan sumber yah :)

Post a Comment

Siguiente Anterior Inicio